Sabtu, 20 Januari 2018

Area Pengendalian

Pengendalian TI didenfinisikan sebagai suatu pernyataan hasil yang diinginkan oleh prosedur pengendalian implementasi dalamkegiatan TI khusus.

Macam-macam area pengendalian :
  1. Integritas Sistem  Terdiri dari :
    • Ketersediaan dan kesinambungan sistem komputer untuk user
    • Kelengkapan, keakuratan, otorisasi, serta proses yang auditable
    • Persetujuan dari user atas kinerja sistem yang diinginkan
    • Preventive maintenance agreements untuk seluruh perlengkapan
    • Kesesuaian kinerja antara perangkat lunak dan jaringan dengan yang diharapkan
    • Adanya program yang disusun untuk operasi secara menyeluruh 
  2. Manajemen Sumber Daya : merupakan faktor-faktor yang melengkapi integritas sistem, yaitu meyakini kelangsungan (on going) hardware, software, sistem operasi, software aplikasi, dan komunikasi jaringan komputer, telah dipantau dan dikelola pada kinerja yang maksimal namun tetap dengan biaya yang wajar. Hal tersebut didokumentasikan secara formal, demi proses yang berkesinambungan.
  3. Pengendalian Perubahan Software Aplikasi dan Software Sistem : pada area ini menentukan adanya keterlibatan dan persetujan user dalam hal adanya perubahan terhadap software aplikasi dan software sistem. Setiap pengembangan dan perbaikan aplikasi harus melalui proses formal dan didokumentasikan, serta telah melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem yang dibakukan dan disetujui.
  4. Backup dan Recovery : demi kelangsungan usaha, harus tersedia data processing disaster recovery planning atau rencana pemulihan data dan pusat informasi apabila terjadi kehancuran. Usaha ini dapat berupa backup dan pemulihan normal, dapat pula berupa rencana contingency untuk kerusakan pusat SI (seperti lokasi gedung, peralatannya, SDM-nya, maupun manualnya)
  5. Contingency Planning : merupakan perencanaan yang komprehensif di dalam mengantisipasi terjadi ancaman terhadap fasilitas pemrosesan SI, dimana sebagian besar komponen utama dari disaster recovery plan telah dirumuskan dengan jelas, telah dikoordinasi dan disetujui, seperti critical application systems, identifikasi peralatan, dan fasilitas penunjang Hardware, sistem software, dan sebagainya.
  6. System Software Support terdiri dari :
    • Pengukuran pengendalian dalam pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan dari S/W SO, biasanya lebih canggih dan lebih cepat perputarannya dibandingkan dengan S/W aplikasi.
    • Pengukuran kendali pengamanan aplikasi individu maupun pengamanan logika sistem secara menyeluruh (systemwide logical security)
  7. Dokumentasi : merupakan integritas dan ketersediaan dokumen operasi, pengembangan aplikasi, user dan software sistem, diantaranya dokumentasi program dan sistem, buku pedoman operasi dan penjadwalan operasi. Untuk setiap aplikasi sebaiknya tersedia dokumentasi untuk tiap jenjang user.
  8. Pelatihan atau Training : adanya penjenjangan berdasarkan kemampuan untuk seluruh lapisan manajemen dan staf, dalam hal penguasaannya atas aplikasi-aplikasi dan kemampuan teknisnya, serta rencana pelatihan yang berkesinambungan.
  9. Administrasi terdiri dari : struktur organisasi dan bagannya, rencana strategis, tanggungjawab fungsional, job description, sejalan dengan metode job accounting dan/atau charge out yang digunakan. Selain itu, terdapat pengukuran atas proses pengadaan dan persetujuan untuk semua sumber daya SI.
  10. Pengendalian Lingkugan dan Keamanan FisikTerdiri dari :
    • Listrik, peyejuk udara, penerang ruangan, pengaturan kelembaban, serta kendali akses ke sumber daya informasi
    • Pencegahan kebakaran, ketersediaan sumber listrik cadangan
    • Pengendalian dan backup sarana telekomunikasi
  11. OperasiDiprogram untuk merespon permintaan/keperluan Sistem Operasi Terdiri dari :
    • Review atas kelompok SO berdasarkan job schedulling, review yang terus-menerus terhadap operator, retensi terhadap console log message, dokumentasi untuk run/restore/backup atas seluruh aplikasi
    • Daftar personel, dan nomor telepon yang harus dihubungi jika muncul masalah SO, penerapan sistem sift dan rotasi serta pengambilan cuti untuk setiap operator.
  12. TelekomunikasiMerupakan :
    • Review terhadap logical and physical access controls,
    • Metodologi pengacakan (encryption) terhadap aplikasi electronic data interchange (EDI)
    • Adanya supervisi yang berkesinambungan terhadap jaringan komputer dan komitmen untuk ketersediaan jaringan tersebut dan juga redundansi saluran telekomunikasi.
  13. Program Libraries : terdapat pemisahan dan prosedur pengendalian formal untuk application source code dan compiled production program code dengan yang disimpan di application
    test libraries development, serta review atas prosedur quality assurance.
  14. Application Support : Proses tetap dapat berlangsung walaupun terjadi kegagalan sistem. Sejalan dengan kesinambungan proses untuk inisiasi sistem baru, manajemen proyek, proses pengujian yang menyeluruh antara user dan staf SI. Adanya review baik formal maupun informal terhadap tingkat kepuasan atas SDLC yang digunakan.
  15. Pengendalian Mikrokomputer : merupakan pembatasan yang ketat dalam pengadaan, pengembangan aplikasi, dokumentasi atas aplikasi produksi maupun aplikasi dengan misi yang kritis, sekuriti logika, dan fisik terhadap microcomputer yang dimiliki, serta pembuatan daftar inventaris atas hardware, software,  serta legalitas dari software untuk menghindari tuntutan pelanggaran hak cipta.

konsep "Proses Pencapaian Tujuan"

Pengendalian Internal
Tujuan Pengendalian Internal:
1. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data yang akan menghasilkan laporan-laporan yang dapat            diandalkan. 
2. Efektivitas dan efisiensi dalam operasi, yaitu efektif dalam mencapai tujuan organisasi secara              keseluruhan dan efisien dalam pemakaian sumber daya yang tersedia. 
3. Membantu agar tidak terjadi penyimpangan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku 
4. Mengamankan harta milik organisasi atau perusahaan termasuk data yang tersedia

Dua Pendekatan Pengendalian Intern : 
1. Pendekatan Statis 
2. Pendekatan Dinamis 

Pendekatan Statis 
1. Berdasarkan pertimbangan pada pembagian wewenang di dalam pengelolaan perusahaan atau              entitas pada masa lalu yang bersifat sentralisasi. 
2. Metoda sentralisasi artinya jika kita telusuri bahwa intelektualitas berada pada pucuk pimpinan            perusahaan. Semakin rendah posisi seseorang, maka semakin sedikit pengetahuannya tentang              pencapaian tujuan perusahaan, artinya hanya sekedar menjalankan perintah atasanya. 
3. Artinya bahwa pendekatan statis akan berorientasi pada sistem yang dapat dengan mudah                    ditelusuri keberadaannya. 

Pendekatan Dinamis 
1. Pengendalian intern sebagai sebuah proses 
2. Konsep ini terkait dengan perkembangan metoda pengelolaan sumber daya manusia pada                    organisasi yang bersangkutan. 
3. Perubahan metoda pengelolaan tersebut adalah perubahan ke metoda pengelolaan manajemen              melalui tujuan (management by objective) menggantikan

Proses Pencapaian Tujuan 
Konsep pengendalian internal juga mengalami perubahan dari konsep ketersediaan pengendalian internal ke konsep proses pencapaian tujuan. Dengan konsep baru tersebut disadari bahwa intelektualitas tidak lagi terletak pada pucuk pimpinan, tetapi terletak dilapisan bawah. Mereka yang deket dengan konsumenlah yang paling mengerti dengan kebutuhan pasar. Sehingga keputusan pimpinan dapat dipengaruhi oleh intelektualitas atau data yang dimiliki oleh pegawai pada lapisan bawah.

sumber : http://naimaht.blogspot.co.id/2017/12/konsep-proses-pencapaian-tujuan.html

Tools untuk mengaudit TI

Macam-macam tools untuk mengaudit TI (Teknologi Informatika) :
  1. ACL (Audit Command Language) : merupakan perangkat lunak dalam pelaksanaan audit yang di desain khusus untuk melakukan analisa data elektronik suatu perusahaan dan membantu menyiapkan laporan audit secara mudah dan interaktive.
  2. Picalo : perangkat lunak yang dapat digunakan untuk melakukan analisa data yang dihasilkan dari berbagai sumber.
  3. Metasploit : perangkat lunak yang dapat membantu keamanan dan sifat profesionalisme TI.
  4. NMap (Network Mapper) : perangkat lunak yang digunakan untuk mengaudit dalam hal keamanan
  5. Wireshark : jaringan terkemuka pada analyzer protocol.
sumber : https://empi378.wordpress.com/2013/01/21/tools-untuk-melakukan-audit-ti-teknologi-informasi/

Jumat, 19 Januari 2018

COBIT ( Control Objective for Information and Related Technology)

  • Pengertian 
COBIT adalah  kerangka panduan tata kelola TI atau disebut dengan toolset pendukung yang gunanya untuk menjembatani gap antara kebutuhan dan cara teknis pelaksanaan pemenuha kebutuhan dalam suatu organisasi.
COBIT memiliki 4 cakupan domain :
  1. perencanaan dan organisasi (Plan and Organize)
  2. Pengadaan dan Implementasi (Acquire and Implement)
  3. Pengantaran dan Dukungan (Deliver and Support)
  4. Pengawasan dan Evaluasi (Monitor and Evaluate)
Tingkat kemampuan pengelolaan TI pada skala maturity di bagi menjadi 6 level :
  1. Level 0 (non extent) : perusahaan tidak mengetahui proses TI di perusahaannya.
  2. Level 1 (initial level) : organisasi tidak menyediakan lingkungan yang stabil untuk mengembangkan suatu produk baru
  3. level 2 (Repeatable Level) : kebijakan untuk mengatur pengembangan suatu proyak dan prosedur dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut si tetapkan.
  4. level 3 (defined level) : prose standar dalam pengembangan suatu produk baru di dokumenstasikan, proses ini didasari pada proses pengembangan produk yang telah diintegrasikan
  5. level 4 (managed level) : organisasi membuat suatu mtrik untuk suatu produk, proses dan engukuran hasil 
  6. level 5 (optimized level) :seluruh organisasi difokuskan pada proses peningkatan secara terus-menerus.

  7.  

Rabu, 08 November 2017

Hal yang perlu dilindungi dalam Sistem Informasi

Sistem Informasi adalah suatu sistem yang terintegrasi yang mampu menyediakan informasi dan bermanfaat bagi penggunanya untuk mencapai tujuan tertentu. Karena informasi merupakan aset yang sangat penting dan memiliki nilai bagi perusahaan atau organisasi, maka harus diberikan pelindungan dari ancaman yang dapat membehayakan kelangsungan berjalannya perusahaan atau organisasi tersebut dikemudian hari. Selain itu, informasi yang diberikan perlindungan juga Dimaksudkan untuk dapat meminimalisisr kerusakan akibat sistem keamanan yang ditembus oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab, dan memberikan peluang usaha bagi orang lain.


Oleh karena itu, yang harus diberikan perlindungan dalam mengamankan suatu sistem informasi melalui sistem keamanan yag baik, yaitu sebagai berikut :
  1. Aset fisik : meliputi personal, hardware, fasilitas, dokumentasi dan supplies
  2. Aset logika : meliputi data/ informasi dan software
  3. Informasi yang terintegritasi melalui satu netwrok dan jaringan, tersimpan dalam database, dicetak pada selembar kertas , dan dikirim melalui fax atau email.

Jumat, 24 Maret 2017

Membuat Animasi menggunakan Mic. Power Point

Abstrak
            Jaman sekarang animasi sangat terkenal di mana-mana dengan tampilan yang sangat indah dan menarik. Dengan adanya teknologi desain untuk pembuatan animasi, kita dapat mengelola dan membuatnya dengan mudah dan terampil.

            Pada pembuatan animasi yang sangat sederhana, kita bisa membuatnya dengan aplikasi Microsoft Power Point. Walaupun banyak aplikasi yang sudah canggih, tapi disini kita membuatnya dengan se-sederhana mungkin.

Pembahasan
Berikut ini adalah langkah-langkah pembuatan animasi dengan menggunakan Mic. Power Point:
  1. Buka aplikasi Mic. Power Point pada Desktop .
  2. Setelah terbukanya aplikasi tersebut. Kita akan menambahkan slide yang layout blank
  3. Lalu kita ubah background dengan gambar suatu tempat. Desain>background.Pilih picture or texture fill>insert from : file.Pilih gambarnya.
  4. Setelah itu, kita membuat objeknya, yang saya ambil disini adalah gambar keluarga.Insert>picture.Pilih gambarnya.lalu insert.Karna gambar yang di insert tadi memiliki beckground berwarna, maka kita hilangkan backgroundnya dengan “remove background”>atur>keep change.
  5. Lalu membuat gambar keluarga tersebut menjadi bergerak, maka diperlukan “animation”. 
  6. Selanjutnya lakukan dengan menambahkan objek-objek dan animation lainnya.


Kamis, 26 Januari 2017

Review film Cyborg She


Cyborg She / Boku No Kanojo Wa Saibogu


Sutradara
Kwak Jae Yong (Korea Selatan)
Penulis skenario 
Kwak Jae Yong (Korea Selatan)
Pemeran film
Haruka Ayase,Keisuke Koide, Kenta Kiritani, Kazuko Yoshiyuki
Durasi
120 menit
Tanggal rilis
12 Mei 2008
Negara
Jepang






Film Cyborg She berlatar Tokyo di tahun 2007, diawali dengan menceritakan seorang Jiro Kitamura (Keisuke Koide) yang hidup sebatang kara, sehingga setiap hari ulang tahun dia selalu merayakan sendirian dan selalu melakukan hal yang sama yaitu membeli kado untuk dirinya sendiri kemudian makan di restoran yang sama setiap tahun. Namun tahun ini berbeda, saat dia membeli hadiah di pusat perbelanjaan, dia melihat seorang gadis cantik (Haruka Ayase) yang tersenyum padanya setelah gadis itu mencuri baju dan berjalan keluar, hal itu membuat Jiro terpukau.  Dalam perjalanan ke restoran, rupanya gadis itu mengikuti Jiro di seberang jalan dan membuat Jiro teralihkan perhatiannya sehingga Jiro mengalami hal yang konyol yaitu menabrak tiang. Tidak berhenti sampai disitu, ketika Jiro makan di restoran gadis itu tiba-tiba datang kemudian memesan banyak makanan. Ketika berbicara mereka menemukan bahwa mereka memiliki hari ulang tahun yang sama, sehingga diputuskan untuk saling bertukar kado. Waktu membayar tagihan restoran pun tiba, si gadis memaksa untuk membayarnya dan meminta Jiro menunggu di luar, ketika menunggu tiba-tiba si gadis berlari keluar restoran dan meminta Jiro lari bersamanya, rupanya mereka makan tanpa bayar. Merekapun berpisah kemudian, namun banyaknya kenangan Jiro bersama gadis itu meskipun hanya semalam membuat Jiro menjalani hari-harinya dalam setahun sebagai sebuah penantian untuk bertemu gadis itu kembali di hari ulang tahunnya.


Setahun kemudian mereka bertemu kembali, dan terjadi sebuah insiden berupa penembakan di restoran tempat mereka bertemu dan “gadis” itu menyelamatkan Jiro. Sesudahnya diberitahukan bahwa “gadis” itu adalah seorang cyborg yang dikirimkan oleh Jiro dari masa depan untuk melindungi Jiro muda dari penembakan itu dan memperbaiki beberapa kejadian serta sebuah bencana besar yang akan menimpa Jiro. Merekapun tinggal bersama hingga pada akhirnya Jiro jatuh cinta pada cyborg ini dan kemudian karena sebuah kejadian terpaksa berpisah.




dampak positif:
robot dapat membantu kerja manusia menjadi lebih mudah, dapat melindungi manusia dari bahaya dan dapat memperbaiki beberapa kejadian serta sebuah bencana besar . Di film ini diciptakan robot yang dapat membantu manusia dan berperilaku seperti layaknya manusia.
dampak negatif :
robot tidak selamanya bekerja dengan baik dan robot pasti akan mengalami kerusakan. Di dalam film ini dapat dilihat robot sudah tidak dapat bekerja lagi, dan mengalami kerusakan disaat robot tersebut tertindih bangunan saat menyelamatkan manusia dan memisahkan anggota tubuh robot yang tertindih. Robot itu juga dapat melakukan yang tidak sesuai dengan perintahnya

Jumat, 20 Januari 2017

APLIKASI SISTEM CERDAS

Sistem Cerdas
Sistem Cerdas atau Kecerdasan Buatan dalam bahasa inggris Artificial Intelligence adalah suatu sistem informasi yang berhubungan dengan penangkapan, pemodelan dan penyimpanan kecerdasan manusia dalam sebuah sistem teknologi informasi sehingga sistem tersebut memiliki kecerdasan seperti yang dimiliki manusia. Sistem ini dikembangkan untuk mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan masalah, biasanya diselesaikan melalui aktifivitas intelektual manusia, misal pengolahan citra, perencanaan, peramalan dan lain-lain, meningkatkan kinerja sistem informasi yang berbasis komputer. Penerapan sistem cerdas dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut :
1. Vending Machine KCJ

Dalam layanan e-ticketing, KCJ kini sudah mulai menerapkan penggunaan mesin penjualan tiket yang diberi nama Commuter Vending Machine (C-VIM) dengan layar sentuh. Dalam pengoperasiannya, V-CIM dilengkapi 2 pilihan bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sehingga memudahkan bagi pengguna jasa lokal maupun asing. Keberadaan mesin tiket pada layanan KRL commuter line bertujuan untuk mengurangi antrean transaksi di loket.
Dengan hadirnya C-VIM, loket konvensional di stasiun-stasiun prioritas nantinya akan ditiadakan karena fungsinya sudah digantikan dengan mesin tiket. Sebab dengan C-VIM sudah bisa untuk melayani sales (pembelian baru tiket sekali jalan)/ Tiket Harian Berjaminan (THB), resales THB, refund tiket THB, maupun top up (isi ulang) Kartu Multi Trip (KMT) bisa dilakukan dengan mudah dan cepat melalui mesin pintar transaksi tiket KRL ini.

2. Lampu Lalu Lintas
Contoh lain dari penggunaan sistem cerdas adalah Sistem lampu lalu lintas atau alat pemberi isyarat lalu lintas yang bertujuan untuk dapat mengatur arus lalu lintas di sebuah persimpangan. Pengaturan durasi lampu hijau di tiap ruas dapat dilakukan secara statis maupun secara dinamis. Pengaturan durasi yang tepat, tidak hanya terwujud dengan kelancaran arus lalu lintas namun dapat juga terwujud dengan waktu tunggu kendaraan yang tidak terlalu lama di persimpangan.

3. OSHBot atau Robot Pelayan Toko


OSHbot atau robot pelayan toko. Robot ini adalah robot pintar yang akan memandu pengunjung toko ke barang yang akan anda beli dengan cara mengucapkan nama barang pada OSHbot. OSHbot memiliki tinggi 29.5 inchi dan siap memberikan pelayanan belanja yang menyenangkan.

DAFTAR PUSTAKA :
  • http://www.kompasiana.com/amadsudarsih/commuter-vending-machine-mesin-loket-tiket-krl_568e4b04c923bdb908127c02
  • kursor.trunojoyo.ac.id/wp-content/uploads/2012/05/0602_p2.pdf 
  • http://noteinformatic.blogspot.co.id/2015/11/sistem-pakar-dan-kecerdasan-buatan.html 
  • http://kelilipanpaku.blogspot.co.id/2016/10/sistem-cerdas.html



Minggu, 25 Desember 2016

Neutral Network / Jaringan Syaraf pada Artifical Intelegent



A.     PENGERTIAN
Menurut teori  Haykin (1999,p2) : " jaringan syaraf tiruan (Artificial Neural Network) adalah sejumlah besar prosesor yang terdistribusi secara pararel dan terdiri dari unit pemrosesan sederhana, dimana masing – masing unit memiliki kecenderungan untuk menyimpan pengetahuan yang dialami dan dapat digunakan kembali."
Neural Network merupakan kategori ilmu Soft Computing. Neural Network sebenarnya mengadopsi dari kemampuan otak manusia yang mampu memberikan stimulasi/rangsangan, melakukan proses, dan memberikan output. Output diperoleh dari variasi stimulasi dan proses yang terjadi di dalam otak manusia. Kemampuan manusia dalam memproses informasi merupakan hasil kompleksitas proses di dalam otak. Misalnya, yang terjadi pada anak-anak, mereka mampu belajar untuk melakukan pengenalan meskipun mereka tidak mengetahui algoritma apa yang digunakan. Kekuatan komputasi yang luar biasa dari otak manusia ini merupakan sebuah keunggulan di dalam kajian ilmu pengetahuan.
B.     KONSEP DASAR PEMODELAN ARTHIFICIAL NEURAL NETWORK
1.      Struktur Dasar Jaringan Biologi
Pembuatan struktur jaringan syaraf tiruan diilhami oleh struktur jaringan biologi, khususnya jaringan otak manusia. Untuk lebih mengenal asal-usul serta bagaimana suatu struktur jaringan syaraf tiruan dibuat dan dapat dipakai sebagai suatu alat penghitung. Berikut ini akan diulas sedikit istilah yang secara umum digunakan.
Neuron adalah suatu unit pemroses terkecil pada otak, bentuk sederhana sebuah neuron yang oleh para ahli dianggap sebagai satuan unit pemroses tersebut.
Ada beberapa bagian dari otak manusia, yaitu:
·         Dendrit (Dendrites) berfungsi untuk mengirimkan impuls yang diterima ke badan sel syaraf.
·         Akson (Axon) berfungsi untuk mengirimkan impuls dari badan sel ke jaringan lain
·         Sinapsis berfungsi sebagai unit fungsional di antara dua sel syaraf.

2.      Pemodelan Arthificial Neural Network
Dari struktur neuron pada otak manusia, dan proses kerja yang dijelaskan di atas, maka konsep dasar pembangunan neural network buatan (Artificial Neural Network) terbentuk.
Karakteristik dari ANN dilihat dari pola hubungan antar neuron, metode penentuan bobot dari tiap koneksi, dan fungsi aktivasinya. Gambar di atas menjelaskan struktur ANN secara mendasar, yang dalam kenyataannya tidak hanya sederhana seperti itu.
a)      Input, berfungsi seperti dendrite
b)      Output, berfungsi seperti akson
c)      Fungsi aktivasi, berfungsi seperti sinapsis
C.    KARAKTERISTIK ARTHIFICIAL NEURAL NETWORK
1.      Arsitektur Jaringan
Arsitektur jaringan menggambarkan bagaimana mengatur neuron-neuron dalam lapisan dan bagaimana menghubungkan neuron-neuron tersebut dengan bobot keterhubungannya (Weight (w)). Pada setiap neuron yang berada dalam satu lapisan yang sama mempunyai fungsi aktivasi yang sama, dan setiap neuron dalam satu lapisan harus dihubungkan dengan setiap neuron pada lapisan berikutnya. Arsitektur jaringan syaraf tiruan yang sering digunakan adalah :
a.       Jaringan dengan lapisan tunggal
b.      Jaringan dengan banyak lapisan
Jaringan dengan lapisan tunggal hanya memiliki 1 lapisan dengan bobot-bobot keterhubungannya. Jaringan ini hanya menerima input pada lapisan input dan kemudian seacara langsung mengolahnya menjadi output pada lapisan output. Arsitektur jaringan dengan lapisan tunggal dapat dilihat pada gambar berikut.
2.      Algoritma Jaringan
a.       Algoritma Jaringan Pembelajaran
Algoritma pembelajaran digunakan untuk menemukan nilai-nilai bobot yang tepat dalam mengirimkan suatu informasi. Algoritma yang digunakan Neural Network dalam pembelajaran tergantung pada arsitektur jaringan yang digunakan. Secara umum, algoritma pembelajaran terbagi menjadi dua bagian, yaitu supervised learning (pembelajaran terawasi) dan unsupervised learning (pembelajaran tak terawasi).
Supervised learning merupakan algoritma pembelajaran yang memerlukan target output yang diharapkan untuk diketahui sebelumnya dalam proses pembelajarannya. Setiap pola input beserta target output yang ditentukan disebut sebagai pasangan pembelajaran. Algoritma pembelajaran NN yang termasuk dalam kelompok ini antara lain hebb, perceptron dan back Propagation.
Unsupervised learning tidak memerlukan target output dan tidak dapat ditentukan hasil seperti apakah yang diharapkan selama proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran ini adalah mengelompkkan unit-unit yang hampir sama dalam suatu area tertentu. Yang termasuk dalam Unsupervised learning antara lain :
1)      Kohonen Self-Organizing Maps
2)      Learning Vector Quantization
3)      Counterpropagation

b.      Algoritma pengenalan
Setelah menemukan nilai bobot keterhubungan antar neuron yang bersesuaian dengan nilai output, maka nilai bobot tersebut digunakan untuk menguji NN jika suatu input dimasukkan sehingga suatu nilai ouput dihasilkan. Proses ini dinamakan proses pengenalan (pengujian). Algoritma pengenalan yang digunakan tergantung pada algoritma pembelajaran yang digunakan, biasanya merupakan bagian dari algoritma pembelajarannya.

c.       Separabilitas Linear
Salah satu cara yang biasa digunakan sebagai syarat henti proses pembelajaran atau digunakan juga untuk proses pengenalan adalah separabilitas linier.(garis pembatas). Dalam aplikasi pengenalan pola, garis pembatas ini merupakan batas keputusan apakah suatu anggota termasuk dalam kelompok (berespon positip) atau bukan kelompok. (berespon negatip)..Dalam koordinat Cartesian (x,y) garis pembatas ini digambarkan sebagai garis lurus yang mempunyai persamaan :
y= mx + c
dengan :
m : gradien garis
c : konstanta atau titik potong dengan sumbu-y (0,c)

3.      Fungsi Aktivasi
Ada beberapa bentuk fungsi aktivasi yang umum digunakan dalam Neural Network, antara lain:

·         Fungsi tangga biner
Jaringan dengan lapisan tunggal sering menggunakan fungsi tangga biner untuk mengkonversikan input dari suatu variabel yang bernilai kontinu ke suatu ouput biner (0 atau 1).
·         Fungsi linear (identitas)
Fungsi linear memiliki nilai output yang sama denagn nilai inputnya.
·         Fungsi sigmoid biner
Fungsi ini mempunyai nilai pada range 0 sampai 1.
·         Fungsi sigmoid bipolar
Fungsi ini mempunyai nilai pada range antara –1 sampai 1.

D.    KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ARTHIFICIAL NEURAL NETWORK
1.      Kelebihan Arthificial Neural Network
·         Mampu mengakuisisi pengetahuan walau tidak ada kepastian
·         Mampu melakukan generalisasi dan ekstraksi dari suatu pola data tertentu
·         JST dapat menciptakan suatu pola pengetahuan melalui pengaturan diri atau kemampuan belajar (self organizing)
·         Memiliki fault tolerance, gangguan dapat dianggap sebagai noise saja
·         Kemampuan perhitungan secara paralel sehingga proses lebih singkat
·         ANN mampu :
-          Klasifikasi: memilih suatu input data ke dalam kategori tertentu yang sudah ditetapkan
-          Asosiasi: menggambarkan suatu obyek secara keseluruhan hanya dengan bagian dari obyek lain
-          Self organizing: kemampuan mengolah data-data input tanpa harus mempunyai target
-          Optimasi: menemukan suatu jawaban terbaik sehingga mampu meminimalisasi fungsi biaya

2.      Kekurangan Arthificial Neural Network
·         Black Box
·         Kurang mampu untuk melakukan operasi operasi numerik dengan presisi tinggi
·         Kurang mampu melakukan operasi algoritma aritmatik, operasi logika dan simbolis
·         Lamanya proses training yang mungkin terjadi dalam waktu yang sangat lama untuk jumlah data yang besar

A.    KEGUNAAN ARTHIFICIAL NEURAL NETWORK
•         Pengenalan pola (pattern recognition)
–        Huruf, tanda tangan, suara, gambar yang sudah sedikit berubah (mengandung noise)
–        Identifikasi pola saham
–        Pendeteksian uang palsu, kanker
•         Signal Processing
–        Menekan noise pada saluran telepon
•         Peramalan
–        Peramalan saham
•         Autopilot dan simulasi
•         Kendali otomatis otomotif



Minggu, 16 Oktober 2016

PENERAPAN TEKNIK WEB SCRAPING PADA MESIN PENCARI ARTIKEL ILMIAH



PENERAPAN TEKNIK WEB SCRAPING PADA MESIN PENCARI ARTIKEL ILMIAH
Abstrak
Search  engine  yaitu  kombinasi  perangkat  keras  dan  perangkat  lunak  komputer  yang  disediakan  oleh perusahaan tertentu melalui website yang telah ditentukan. Search engine mengumpulkan informasi dari web melalui program bot atau web crawler yang secara periodik menelusuri web. Proses pengambilan informasi dari websitewebsite yang ada ini disebut dengan “web scraping”.Web Scraping adalah suatu teknik penggalian informasi dari situs  web .Perlu  pula  diperhatikan  bahwa  implementasi  scraping  pada  tulisan  ini  hanya melibatkan mesin pencari yang gratis  seperti: portal garuda, Indonesian scientific journal database (ISJD), google scholar.
Pendahuluan
Meningkatnya kebutuhan akan informasi mendorong manusia  untuk  mengembangkan  teknologi-teknologi baru  agar  pengolahan  data  dan  informasi  dapat dilakukan  dengan  mudah  dan  cepat.  Salah  satu teknologi yang sedang berkembang dengan pesat saat ini adalah teknologi informasi/komputer ,  teknologi  internet.  Dengan adanya  internet  akan  mempermudah  dan mempercepat  proses  pengolahan  data,  mencari informasi  dan  lain-lain.  Salah  satu  fasilitas pendukung  perkembangan  internet  adalah  search engine (mesin pencarian).Search  engine  (mesin  pencarian)  yaitu  kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang disediakan  oleh  perusahaan  tertentu  melalui  websiteyang  telah  ditentukan.  Banyak  peneliti  dan  surveymenunjukkan  bahwa  Google  adalah  search  enginenomor satu diikuti oleh  Yahoo.  Search  engine  mengumpulkan informasi dari  web  melalui program  bot  (robot) atau web  crawler  yang  secara  periodik  menelusuri  web. Proses  pengambilan  informasi  dari  website-website yang ada ini disebut dengan “web scraping”. Web  Scraping  adalah  proses pengambilan  sebuah  dokumen  semi-terstruktur  dari internet,  umumnya  berupa  halaman-halaman  web dalam  bahasa  markup  seperti  HTML  atau  XHTML, dan  menganalisis  dokumen  tersebut  untuk  diambil data  tertentu  dari  halaman  tersebut  untuk  digunakan bagi kepentingan lain.Web scraping sering dikenal sebagai screen scraping. Web Scraping  tidak dapat dimasukkan dalam bidang data  mining  karena  data  mining  menyiratkan  upaya untuk  memahami  pola  semantik  atau  tren  dari sejumlah  besar  data  yang  telah  diperoleh.   Aplikasi web  scraping  (juga disebut  intelligent, automated, or autonomous  agents)  hanya  fokus  pada  cara memperoleh data melalui pengambilan dan ekstraksi data dengan ukuran data yang bervariasi.  A. Josi, L.A. Abdillah, Suryayusra, Penerapan teknik web scraping pada mesin pencari artikel ilmiah160 Web  scraping  memiliki  sejumlah  langkah,  sebagai berikut: 
1)  Create  Scraping  Template:  Pembuat program  mempelajari  dokumen  HTML  dari  website yang  akan  diambil  informasinya  untuk  tag  HTML yang  mengapit  informasi  yang  akan  diambil,
 2) Explore  Site  Navigation:  Pembuat  program mempelajari teknik navigasi pada  website  yang akan
diambil  informasinya  untuk  ditirukan  pada  aplikasi web  scraper  yang  akan  dibuat,
3)  Automate Navigation  and  Extraction:  Berdasarkan  informasi yang  didapat  pada  langkat  1  dan  2  di  atas,  aplikasi web  scraper  dibuat  untuk  mengotomatisasi pengambilan informasi dari  website  yang ditentukan, dan
4)  Extracted  Data  and  Package  History: Informasi  yang  didapat  dari  langkah  3  disimpan dalam tabel atau tabel-tabel  database. 
Manfaat dari web scraping  ialah agar informasi yang dikeruk  lebih  terfokus  sehingga  memudahkan  dalam melakukan  pencarian  sesuatu,  adapun  cara mengembangkan  teknik  web  scraping  yaitu   dengan cara  pertama  Pembuat  program  mempelajari dokumen  HTML  dari  website  yang  akan  diambil informasinya  untuk  di  tag  HTML  tujuannya  ialah untuk  mengapit  informasi  yang  diambil  (Create Scraping  Template),  setelah  itu  pembuat  program mempelajari teknik navigasi pada  website  yang akan diambil  informasinya  untuk  ditirukan  pada  aplikasi web  scraping  yang  akan  dibuat  (Explore  Site Navigation),  kemudian  aplikasi  web  scraping  akan mengotomatisasi informasi yang didapat dari website yang  telah  ditentukan  (Automate  Navigation  and Extraction),  informasi  yang  didapat  tersebut  akan disimpan  ke  dalam  tabel  basisdata  Sejumlah  penelitian  terkait  web  srcapping,  antara lain:
1)  Aplikasi  Search Engine  Paper  Karya Ilmiah Berbasis  Web 
2) Penghasil  konten  otomatis  halaman  web   
3)  Aplikasi  Search  Engine  dengan  Metode Depth  First  Search  (DFS)  dan 
4)  Web  Scraping  pada  Situs  Wikipedia.Berdasarkan  latar  belakang  di  atas  penulis  tertarik untuk  meneliti,  merancang  dan mengimplementasikan  sebuah  aplikasi  pencariandengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database  MySQL  sebagai  medium  penyimpanan datanya  yang  akan  dimanfaatkan  secara  spesifik untuk  mengumpulkan  informasi  mengenai  artikelpada  dokumen  ilmiah.  Dokumen  ilmiah   yang  paling  populer  adalah  artikel  jurnal ilmiah dari suatu bidang atau topik.  Apalagi saat ini, peningkatan  volume  literatur  ilmiah  yang dipublikasikan  baik  dalam  format  naskah  dan  juga tersedia  secara  elektronik  .
Ringkasan jurnal
Penerapan teknik web scraping pada mesin pencari artikel ilmiah160 Web  scraping  memiliki  sejumlah  langkah,  sebagai berikut: 
1)  Create  Scraping  Template:  Pembuat program  mempelajari  dokumen  HTML  dari  website yang  akan  diambil  informasinya  untuk  tag  HTML yang  mengapit  informasi  yang  akan  diambil,
 2) Explore  Site  Navigation:  Pembuat  program mempelajari teknik navigasi pada  website  yang akan
diambil  informasinya  untuk  ditirukan  pada  aplikasi web  scraper  yang  akan  dibuat,
3)  Automate Navigation  and  Extraction:  Berdasarkan  informasi yang  didapat  pada  langkat  1  dan  2  di  atas,  aplikasi web  scraper  dibuat  untuk  mengotomatisasi pengambilan informasi dari  website  yang ditentukan, dan
4)  Extracted  Data  and  Package  History: Informasi  yang  didapat  dari  langkah  3  disimpan dalam tabel atau tabel-tabel  database. 
Sejumlah  penelitian  terkait  web  srcapping,  antara lain:
1)  Aplikasi  Search Engine  Paper  Karya Ilmiah Berbasis  Web  , 
2) Penghasil  konten  otomatis  halaman  web  , 
3)  Aplikasi  Search  Engine  dengan  Metode Depth  First  Search  (DFS),  dan 
4)  Web  Scraping  pada  Situs  Wikipedia.
Tinjauan pustaka
Waktu penelitian dimulai dari  awal bulan Desember 2013  sampai  dengan  akhir  bulan  Januari  2014  (dua bulan).   Penelitian  penerapan  teknik  web  scraping dilakukan  dengan  observasi  pada  sejumlah  portal gratis,  sebagai  berikut: 
1)  Portal  Garuda, 
2)  Portal Indonesian  Scientific  Journal  Database  (ISJD),  dan
3) Portal Google Cendekia .
Metode  pengembangan  sistem  yang  digunakan adalah  linear  sequential  model  (Pressman,  2001)model  atau  classic  life  cycle  atau  waterfall  model,yang melibatkan fase-fase:
1)  Analysis,       
2)  Design,
3) Coding, dan
4) Testing.
2.1 Analisis
Kegiatan analisis melibatkan 4 aktivitas, yang terdiri atas: 
1)  Initiating  the  Process, 
2)  Facilitated Application  Specification  Techniques,
3)  Quality function deployment  (QFD):
 a)  Normal requirements,
b)  Expected  requirements, 
c)  Exciting  requirements, dan
4) Use-Cases.
2.2 Perancangan Basisdata (Database Design) Pada bagian  desain,  penulis  fokus  pada  .  Desain  database  merupakan salah  satu  cara  untuk  merancang  dan  membangun sistem, dalam hal ini web scraping.
2.3 Pembuatan Kode (Coding)
Pada  fase  ini  rancangan  yang  telah  dibuat diterjemahkan ke dalam bentuk bahasa pemrograman dalam  hal  ini  menggunakan  bahasa  pemrograman PHP.  Koding  berfungsi  untuk  menjalankan  aplikasi dengan  logika  algoritma  yang  telah  di  terjemahkan, agar  aplikasi  berjalan  sesuai  dengan  harapan  maka koding harus sesuai dengan alur rancangan.
Logika Pencarian Web ScrapingAliran  proses  pencarian  artikel  pada  website  dengan web scraping  .Variabel keyword  dimasukkan sebagai dasar pencarian artikel, jika artikel ditemukan di dalam database maka artikel akan ditampilkan, namun jika artikel tidak ditemukan maka  dilakukan  proses  web  scraping  untuk  kata kunci  yang  dimasukan.  Jika  web  scraping  berhasil menemukan  artikel  maka  akan  ditampilkan  ke halaman  web,  apabila  tidak  maka  akan  ditampilkan pesan error Not Found .
Berikut  langkah-langkah  untuk  mencari  data  scrapedari website:
1) Masukkan pencarian,
 2) aplikasi akan melakukan pencarian, dan
3)  Jika data di temukan > data  akan  di  tampilkan,  jika  tidak,  maka  akan  di tampilkan  pesan  data  tidak  di  temukan. 
2.4 Pengujian (Testing)
Pada  fase  ini  apilkasi  web  scraping  yang  telah berhasil dibuat programnya dilakukan pengujian atau testing  untuk  mencari  kesalahan  coding  dan kesalahan logika, pengujian ini menggunakan  blackbox  testing  dan  pengujian  dengan  pendekatan  topdown .menampilkan  pengujian  aplikasi  web scraping  dengan  pendekatan  top-down,  aplikasi dibagi  menjadi  empat  modul  utama  (P,  I,  G,  L). pengujian  dilakukan  dimulai  dari  sisi  sebelah  kiri (modul P). Apabila modul telah berjalan dengan baik maka  pengujian  berpindah  kearah  kanan,  sampai dengan modul L.
Setelah  semua  modul  melewati  fase  pengujian, didapatilah  sebuah  aplikasi  yang  berjalan  dengan sempurna.  Aplikasi  ini  mempunyai  output  berupa hasil pencarian, dan nantinya hasil pencarian tersebut akan disimpan pada database, hasil data scrape dapat dilihat  di  halaman  administrator.  Adapun pembahasan  yang  dimulai  dari  pembahasan  menu homepage,  menu  pencarian  artikel  pada  portal garuda,  ISJD,  Google  Scholar,  dan  login administrator.
Kesimpulan
1)  Aplikasi  search  engine  yang  dihasilkan dengan  menerapkan  teknik  web  scrapingini  berhasil  mengekstrak  informasi mengenai  artikel  jurnal  ilmiah  dari sejumlah portal akademik baik yang berasal dari Indonesia maupun luar negeri.
2)  Aplikasi  ini  berhasil  menyimpan  otomatis data hasil scraping pada database.
3)  Dengan  adanya  aplikasi  ini,  pengguna dapat dengan mudah untuk mengumpulkan informasi mengenai artikel/jurnal ilmiah.
4)  Teknik  web  scraping  merupakan  suatu teknik  yang  sangat  bermanfaat  untuk mendapatkan  data  artikel  ilmiah  secara cepat dari halaman-halaman web.
5)  Web  scraping  adalah  legal  selama  tidak dilakukan untuk pencurian data, manipulasi informasi, dsb. Bahkan  web scraping  dapat memberikan  mutual  simbiosme  dengan meningkatnya  trafik  atas  sumber  asli  linkyang di-scrape.
6)  Selanjutnya,  penulis  tertarik  untuk: 
a) menerapkan teknik ini ke aplikasi  web baselainnya  yang berkaitan dengan pendidikan, politik,  wisata,  dll.,
 b)  melakukan percobaan  scrape  ke  sejumlah  web  secara bersamaan,
                c)  pengembangan  dengan menggunakan  bahasa  pemrograman  yanag berbeda,  serta 
d)  percobaan  yang melibatkan konten yang lebih banyak.
Daftar pustaka

Abdillah,  L.  A.  (2012).  PDF  articles  metadata harvester.  Jurnal  Komputer  dan  Informatika (JKI), 10(1), 1-7.
Abdillah,  L.  A.,  &  Emigawaty.  (2009).  Analisis laporan  tugas  akhir  mahasiswa  Diploma  I  dari sudut  pandang  kaidah  karya  ilmiah  dan penggunaan teknologi informasi.  Jurnal Ilmiah MATRIK, 11(1), 19-36.
Abdillah,  L.  A.,  Falkner,  K.,  &  Hemer,  D.  (2010). Information  retrieval  and  storing  for  the contents of scientific journals (HDR poster day /poster  presentation).  Adelaide,  South Australia: The University of Adelaide.
Abdillah,  L.  A.,  Falkner,  K.,  &  Hemer,  D.  (2011). Scientific  document  retrieval  based  on evidence,  citation  position,  and  authorinformation  of  metadata  usage  (HDR  poster day  /poster  presentation).  Adelaide,  South Australia: The University of Adelaide.
Bakaev, M., & Avdeenko, T. (2014). Data Extraction for  Decision-Support  Systems:  Application  in Labour  Market  Monitoring  and  Analysis. International  Journal  of  e-Education,  eBusiness,  e-Management  and  e-Learning (IJEEEE), 4(1).
Darmadi, B. A., Intan, R., & Lim, R. (2006). Aplikasi Search  Engine  Paper  Karya  Ilmiah  Berbasis Web  dengan  Metode  Fuzzy  Relation.  Jurnal Informatika, 6(2), pp. 95-99. Hirschey,  J.  (2014).  Symbiotic  Relationships: Pragmatic  Acceptance  of  Data  Scraping. Berkeley Technology Law Journal, 29.
Jennings, F., & Yates, J. (2009). Scrapping over data: are  the  data  scrapers'  days  numbered?  Journal of  Intellectual  Property  Law  &  Practice,  4(2), 120-129. 
A. Josi, L.A. Abdillah, Suryayusra, Penerapan teknik web scraping pada mesin pencari artikel ilmiah164
Juliasari,  N.,  &  Sitompul,  J.  C.  (2012).  Aplikasi Search  Engine  dengan  Metode  Depth  First Search (DFS). BIT Numerical Mathematics, 9.
Lindenberg,  F.  Getting  Data  from  the  Web,  from http://datajournalismhandbook.org/1.0/en/getting_data_3.html (last visited June 23, 2014)
Pressman,  R.  S.  (2001).  Software  engineering:  a practitioner’s  approach  (5th  ed.).  New  York, USA: McGraw-Hill.
Sobri, M., & Abdillah, L. A. (2013).  Aplikasi belajar membaca  iqro'  berbasis  mobile.  Paper presented  at  the  Seminar  Nasional  Teknologi Informasi  &  Multimedia  (Semnasteknomedia), STMIK AMIKOM Yogyakarta
The  Computer  Advisor.  Web  site  scraper  the  most effective tool for web data extraction,  [Online] (Updated  09  Juni  2014)  Available at:http://www.thecomputeradvisor.net/web-sitescraper-the-most-effective-tool-for-web-dataextraction/ [Diakses 09 Juni 2014]
Turland,  M.  (2010).  php|  architect’s  Guide  to  Web Scraping with PHP. Introduction-Web Scraping Defined, str, 2. Utomo,  M.  S.  (2012).  Implementasi  PHP  sebagai Penghasil  Konten  Otomatis  pada  Halaman Situs.  Dinamik-Jurnal  Teknologi  Informasi, 17(2).
Utomo,  M.  S.  (2013).  Web  Scraping  pada  Situs Wikipedia  menggunakan  Metode  Ekspresi Regular.  Dinamik-Jurnal  Teknologi  Informasi, 18(2).